KORANJURI.com - Lahan Belum Bebas, Proyek Jembatan Kediri, Tabanan Sudah Action KORANJURI.com - Lahan Belum Bebas, Proyek Jembatan Kediri, Tabanan Sudah Action

HOME | Mimbar | Delik | Rekam Kejadian | Pendidikan | Ekbis | Hiburan | Distrik Wisata | Seni Budaya | Akselerasi | Mail Contact



1 2 3 4









Lahan Belum Bebas, Proyek Jembatan Kediri, Tabanan Sudah Action


19 September 2012 | Koranjuri.com

KORANJURI.COM - Proyek jembatan Kediri-Terminal  Persiapan, Tabanan, hingga kini masih menemui ganjalan. Secara teknis, harus dilakukan perubahan desain pondasi yang tidak sesuai dengan desain awal. Selanjutnya, pembebasan lahan belum sepenuhnya selesai.

Benny Marga, Pejabat Pembuat Komitmen proyek tersebut mengatakan, desain yang terkait dengan pondasi jembatan masih dibahas.

Termasuk perubahan anggaran yang ada, karena ini untuk keselamatan . Kalau kita berpikir tentang uang tapi keselamatan diabaikan, kan lebih bahaya lagi, jelas Benny Marga.

Meski masih menunggu pembahasan review desain, namun proyek yang dikerjakan oleh PT Teguh Karya Rahardjo ini masih berjalan sampai sekarang. Menurut Benny, yang berubah dua pondasi pilar. Sedangkan tiga lainnya sesuai dengan desain awal atau tidak ada perubahan.

Hanya saja, rekanan tetap merasa ketar-ketir. Mengingat, proyek pembangunan pilar jembatan tersebut harus selesai Desember nanti. Sementara, hingga saat ini, pembahasan review desain belum ada titik temu.

Seharusnya September ini sudah harus selesai. Dengan semua pertimbangan yang ada, perubahan dan penambahan anggaran itu pasti akan disetujui, ungkap Benny ditemui Koranjuri Rabu (19/09/2012).
Sementara, Direktur Utama PT Teguh Karya Rahardjo, Djunaedi, mengatakan, review desain jamak terjadi pada sebuah proyek dan itu buka berarti berubah desain.

Yang menentukan proyek itu pelaksanaannya.  Desain bisa saja berubah dan itu sudah biasa, ujar Djunaedi.
Sementara, terkait pembebasan lahan sendiri, Benny Marga mengakui sampai saat ini belum selesai. Meski, pemilik lahan sendiri sudah memastikan tidak ada masalah kalau lahan mereka dibebaskan.

Lahan yang ada disana bukan termasuk lahan strategis. Jadi, begitu ada kesepakatan dengan pemilik, pekerjaan sudah bisa dilakukan, jelas Benny demikian.

Hanya saja, kesepakatan harga tanah yang dipatok Rp 600 ribu-Rp 1 juta per are masih menimbulkan tarik ulur sampai sekarang. Sedangkan lahan yang harus dibebaskan seluas 4.850 m2.


way